Reina Basirotul

Included page "clone:reinabasirotul" does not exist (create it now)

Seperti Apa Praktik Balsem Mumi Kuno? - 28 Mar 2013 11:56

Tags:

Para peneliti mengungkapkan temuan baru dalam praktik pembalseman mumi. Namun, pendapat peneliti berbeda dengan apa yang diungkapkan ahli sejarah kuno Yunani, Herodotus, soal mekanisme pembersihan bagian organ dalam.

Peneliti mengatakan pembersihan itu kemungkinan tidak menggunakan minyak cedar. Mereka juga membantah bahwa saat pembalseman, jantung dari jasad calon mumi tidak ditinggalkan.

Bantahan Ilmuwan

Menurut sejarah, pada abad kelima sebelum masehi, Herodotus diketahui pernah menyaksikan praktik pembalseman mumi di Mesir.

Dalam pengakuannya, Herodotus menggambarkan, untuk jasad golongan elit, pembalseman dilakukan melalui perut mumi, yang mana organ telah dibersihkan.

Sedangkan, ketika pembalseman kelas bawah, organ masih dibiarkan di dalam mumi, dan diperkirakan berangsur-angsur akan hilang dengan minyak cedar. Minyak ini dianggap mirip dengan minyak tusam. Aqiqah Murah

Selain itu, Herodotus mengklaim otak mumi juga dibersihkan sepanjang pembalseman. Sedangkan, catatan lain menunjukkan jantung selalu ditinggalkan dalam jasad.

Ketika itu, menurut rekan penulis studi, Andrew Wade, antropolog di University of Western Ontario, pembalseman merupakan praktik yang sangat dijaga kerahasiaannya.

“Banyak catatan Herodotus terdengar lebih seperti cerita wisata, jadi kita segan untuk menyerap semua yang dia katakan,” kata Wade dilansir LiveScience, 25 Maret 2013.

Pengawetan

Untuk melihat bagaimana proses evisceration (pembersihan organ dalam), Wade dan rekannya, Andrew Nelson melihat literatur guna mencari rincian bagaimana 150 mumi dibalsem selama ribuan tahun di Mesir kuno. Peneliti juga melakukan CT scan dan rekonstruksi 3D pada tujuh mumi.

Hasilnya, tim menemukan baik mumi elit maupun miskin sama-sama memiliki celah melalui dinding atau rongga perut untuk membersihkan organ dalam. Pada mumi elit, pembersihan kadang dilakukan melalui celah anus.

Tim juga menemukan tidak banyak penggunaan minyak cedar.

Dari mumi yang diteliti, hanya seperempat yang masih memiliki jantung. Disebutkan, pembersihan organ vital ini berkaitan dengan masa transisi, saat kelas menengah pada saat itu memperoleh akses mumifikasi.

“Golongan elit perlu beberapa cara untuk membedakan diri dari orang-orang yang mereka perintah (menengah),” katanya.

Wade dan koleganya juga menemukan sekitar seperlima dari mumi yang otaknya masih tersisa. Pengeluaran sisi otak diketahui melalui hidung.

Setelah proses pengeluaran organ dalam, lalu jasad-jasad itu digerus dengan antiseptik ringan seperti tuak.

Kemudian jasad ditutupi dengan natron, garam alami. Senyawa ini berfungsi untuk mengeringkan organ dalam dan dibungkus dengan kain tenun dari tanaman serat, kadang-kadang kemudian diberikan wewangian. Pulau Tidung

Ragam tradisi

Temuan itu menunjukkan bahwa teknik pembalseman pada masa lalu bervariasi.

“Banyak orang mempercayai gagasan bahwa semua itu dilakukan dengan cara yang sama, namun selama 3.000 tahun, ternyata tidak,” Kata David Hunt, antropolog fisik Smithsonian Institution, Washington, kepada Live Science.

“Kita tahu, bahwa orang-orang di Sudan tidak mengikuti metodologi yang sama persis seperti orang-orang yang berada di Alexandria,” jelasnya.

Temuan ini telah diterbitkan dalam HOMO, Journal of Comparative Human Biology edisi Februari. (umi) - Comments: 0

Oymyakon, pemukiman terdingin di planet bumi (-71.2 derajat celcius) - 27 Mar 2013 15:51

Tags:

Dengan temperatur rata-rata pada bulan Januari mencapai -50 derajat celsius, menjadikan Oymyakon sebagai pemukiman permanen terdingin di muka bumi. Dikenal sebagai “Pole of Cold”, tempat ini pernah mencatat rekor temperatur hingga -71.2 derajat celcius.

Terdapat berbagai masalah sehari-hari yang tidak dihadapi oleh pemukim di tempat lain seperti tinta pada pulpen yang membeku, kacamata yang dipakai membeku dan menempel pada wajah dan baterai yang kehilangan dayanya.

Penduduk lokal lebih memilih untuk menghidupkan mesin mobilnya seharian penuh karena khawatir apabila dimatikan, maka mesin tidak mau dihidupkan kembali.

Masalah lain yang dihadapi karena temperatur yang ekstrim adalah ketika ingin menguburkan jenazah. Lapisan tanah yang terkubur es dan salju harus dicairkan terlebih dahulu agar dapat digali, menggunakan api unggun yang dinyalakan selama beberapa jam terlebih dahulu. Bara panas sisa api unggun kemudian disingkirkan dan lubang beberapa inchi digali. Proses ini diulang selama beberapa hari sampai lubang cukup dalam untuk mengubur peti mati.

Meskipun ditempat ini juga terdapat jaringan telepon seluler, akan tetapi handphone tidak dapat menerima sinyal dalam suhu sedingin ini.

Oymyakon memiliki temperatur terendah jika dibandingkan dengan pemukiman permanen lain dimanapun. Tempat yang menjadi rumah bagi sekitar 500 orang ini dahulunya pada tahun 1920an hingga 1930an merupakan pemberhentian bagi penggembala rusa yang ingin memberi minum hewan ternaknya di sumber air panas yang ada di tempat ini.

Akan tetapi pemerintah Sovyet dalam upayanya membuat penduduk nomaden yang cenderung susah dikontrol dan terbelakang dalam hal budaya & teknologi agar mau menetap, maka dijadikanlah tempat ini sebagai tempat tinggal permanen.

Ironisnya, Oymyakon sendiri memiliki arti “air yang tak membeku” yang dihubungkan dengan adanya sumber air panas di tempat ini.

Sebagian besar rumah di Oymyakon masih membakar batubara dan kayu sebagai penghangat dan masih sedikit tersentuh oleh kemudahan ala modern.

Tidak ada tanaman pangan yang dapat tumbuh ditempat ini sehingga penduduknya mengonsumsi daging rusa dan daging kuda. Sebuah toko di tempat ini menyediakan segala macam kebutuhan sehari-hari dan juga memberikan pekerjaan bagi penduduk sebagai peternak rusa, pemburu maupun pencari ikan di es.

Dokter mengatakan bahwa alasan mengapa penduduk tidak mengalami malnutrisi adalah dikarenakan susu yang mereka konsumsi menyediakan banyak mikronutrien.

Tidak mengherankan, penduduk setempat seolah-olah kebal dengan kondisi tempat tinggal mereka. Tidak seperti di tempat-tempat lain yang ketika terjadi hujan salju lebat dapat membuat aktivitas penduduk terhenti, sekolah di Oymyakon baru akan ditutp jika suhu mencapai dibawah -52 derajat celsius.

Desa ini terletak di ketinggian 750 meter diatas permukaan laut dengan panjang hari yang bervariasi, mulai dari 3 jam pada bulan desember hingga 21 jam pada musim panas. Dan selain memiliki musim dingin yang mengerikan, pada bulan Juni, Juli dan Agustus, temperatur diatas 30 derajat celsius bukanlah hal yang tidak biasa.

Kemudahan modern sangat susah ditemukan di tempat ini. Banyak bangunan masih menggunakan toilet luar dan sebagian besar orang masih menggunakan batubara dan kayu sebagai pemanas. Ketika pasokan batubara terlambat datang, maka power station mulai membakar kayu, dan apabila power berhenti maka seluruh desa pun akan mati selama 5 jam sehingga pipa menjadi membeku dan retak.

Oymyakon dapat dicapai setelah perjalanan darat selama dua hari dari kota terdekat Yakutsk -ibukota regional- yang juga merupakan kota dengan suhu terdingin jika dibandingkan dengan kota-kota lain di seluruh dunia. Di kota ini terdapat dua bandara dan juga universitas, sekolah-sekolah, teater-teater dan museum-museum. - Comments: 0


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License